Fakta Unik dari Kue Kering
Fakta Unik dari Kue Kering

Kue kering sering Kita temui diberbagai upacara dan perayaan, terutama dalam upacara keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Imlek dan acara keagamaan lainnya. Kehadiran kue kering didalam suatu perayaan bukan tanpa alasan. Terdapat sejarah panjang, sehingga kue kering yang sering Kita nikmati ditemukan.

Baca Juga : Jenis Kue Lapis Yang Harus Kamu Ketahui


1. Fakta Unik Pertama dari Kue Kering yaitu Ditemukan di Persia

Kue Kering dari Persia
Kue Kering dari Persia

Kue kering pertama kali ditemukan di daerah Persia atau yang saat ini lebih dikenal dengan Negara Iran yang berlokasi di wilayah Timur Tengah. Berdasarkan pada catatan sejarah, kue kering pertama kali ditemukan pada abad ke- 7. Penemuan kue kering bukanlah hal yang direncanakan, akan tetapi kue ini diciptakan secara tidak sengaja.

Kue kering ditemukan dengan cara yang unik, di daerah Persia ada seorang tukang roti yang sedang menjalankan aktivitasnya untuk memanggang roti. Proses pemanggangan kue pada waktu itu dinilai cukup sulit, terutama dalam hal pengaturan suhu oven. Cara yang dilakukan tukang roti untuk menentukan suhu yang tepat adalah dengan menjatuhkan sedikit adonan kue ke dalam oven. Adonan yang dijatuhkan tersebut yang menjadi awal mula dari terciptanya kue kering.

2. Termasuk Kudapan Mewah dari Bangsa Eropa

Kudapan Mewah di Eropa
Kudapan Mewah di Eropa

Fakta unik kedua dari kue kering yaitu termasuk kedalam golongan kudapan mewah di Eropa. Tidak seperti saat sekarang ini, pada awal mula penemuannya, kue kering hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan Eropa. Pedagang muslim mempunyai andil yang besar dalam memperkenalkan kue kering ke berbagai negara di dunia. Pedangan muslim menyebarkan kue kering diberbagai tempat yang dikunjunginya, terutama di wilayah Eropa. Kue ini pertama kali disebarkan di Spanyol, karena pada saat itu wilayah ini berhasil ditaklukan oleh penguasa Muslim.

Kue kering bisa dinikmati oleh segala kalangan di wilayah Eropa yaitu pada abad ke- 14, kue tidak hanya menjadi kudapan anggota kerajaan akan tetapi juga bisa dinikmati oleh rakyat biasa. Pada tahun 1671 kue kering diperkenalkan oleh imigran Inggris, Skotlandia, dan Belanda ke wilayah Amerika Serikat. Pada mulanya, pembuatan kue kering hanya berskala industri rumahan, dari industri ini dihasilkan berbagai resep dan jenis kue kering dan di buat di wilayah Amerika Serikat.

Pada abad ke 17 dan 18, pembuatan kue mulai dikontrol oleh asosiasi profesional secara lebih berhati – hati. Kemajuan teknologi pada pada abad ke- 19 di wilayah Eropa mendorong pengusaha kue untuk memproduksi kue kering secara besar-besaran. Karena penyebaran kue kering secara luas, kue ini dijadikan kudapan wajib pada perayaan di Eropa maupun Amerika, salah satunya dalam perayaan Natal.

Pada tahun 1956, kue kering dijadikan makanan untuk masyarakat kelas menengah atas di Inggris. Jenis kue kering yang populer pada saat itu adalah kue yang berbentuk persegi yang memiliki kandungan kuning telur dan rempah-rempah. Kue kering menjadi lebih populer karena dikenal sebagai salah satu jenis kue dengan masa simpan yang lama, sehingga Kamu bisa menikmati kudapan manis ini dalam waktu yang lama dan bisa dibawa jika Kamu sedang melakukan perjalanan jauh.

Baca Juga : Kue Black Forest Yang Bisa Kamu Kreasikan

3. Kue Kering Masuk ke Indonesia

Kue Kering Indonesia
Kue Kering Indonesia

Keberadaan kue kering dalam kehidupan masyarakat Indonesia bisa dikatakan sudah sangat lama. Kue kering pertama kali masuk ke Indonesia pada zaman kolonial. Belanda memiliki peran dalam memperkenalkan kue kering di Indonesia. Jenis kue kering yang dikenalkan pada periode tersebut adalah nastar. Kue kering jenis ini sangat digemari oleh masyarakat Indonesia dan menjadi kudapan wajib yang dihidangkan pada saat Lebaran. 

Nama nastar diambil dari bahasa Belanda yaitu “anana” yang memiliki arti nanas dan “tart” yang berarti pai atau tart. Jadi, secara keseluruhan nastar diartikan sebagai tart nanas. Namun, pada awal dikenalkan, isian dari kue nastar bukanlah nanas, akan tetapi di isi dengan buah bluberi. Inovasi muncul karena masyarakat kesulitan menemukan buah bluberi yang menjadi isian kue nastar di Indonesia. 

Tradisi untuk menghadirkan kue kering pada waktu lebaran dimulai pada zaman kolonial, dimana masyarakat Indonesia golongan menengah ke atas tidak lagi menyajikan makanan tradisional yang berbahan dasar sagu, tepung beras, ketan dan lain sebagainya sebagai kudapan hari raya. Perubahan ini dikarenakan kudapan tradisional dinilai memiliki tekstur yang lengket dan tidak awet. Sedangkan, kue kering memiliki masa simpan yang lebih lama dan rasanya dinilai cocok untuk dihidangkan pada saat lebaran. 

Baca Juga : Cara Memilih Kado Yang Baik

Semakin berjalannya waktu, kue kering tidak lagi menjadi kudapan yang hanya bisa dinikmati masyarakat kalangan atas, tetapi bisa menjadi kudapan seluruh masyarakat berbagai kalangan. Cara pembuatan kue kering yang sederhana serta peralatan dalam proses pembuatannya yang bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau, membuat jenis kue ini bisa dicicipi seluruh masyarakat. 

Kehadiran kue kering di berbagai perayaan khususnya di hari raya Idul Fitri sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Kudapan ini menjadi sajian wajib untuk disuguhkan dalam acara silaturrahmi keluarga. Lima jenis kue kering yang sering Kamu temui pada perayaan Idul Fitri adalah:

1. Kue Nastar 

Kue kering yang memiliki bentuk hampir seperti bola dengan bagian bawah yang datar menjadi kudapan yang sering dicari ketika hari Raya Idul Fitri tiba. Kue dengan taburan keju diatasnya ini memiliki rasa asam yang timbul dari isian nanas didalam kue ini. Jenis kue ini memiliki tekstur garing di luar tetapi lembut, rasa manis yang pas akan membuat Kamu ketagihan untuk memakannya. Kue nastar yang dikenal masyarakat Indonesia memiliki isian nanas, namun sekarang ini, inovasi kue nastas semakin berkembang, Kamu bisa menemukan berbagai macam varian rasa dari kue nastar. 

2. Kue Kastengel 

Jenis kue kering ini memiliki tekstur yang terasa mirip dengan kue nastar. Kue kering ini memiliki bentuk memanjang dengan olesan mentega dan taburan keju diatasnya. Kue yang dibuat dengan cara dipanggang ini memiliki rasa manis, asin dan gurih yang membuat Kamu ketagihan untuk terus menikmati jenis kue ini. 

3. Kue Sagu

Jenis kue kering ini memiliki bentuk yang unik dengan tekstur yang padat dan rasa yang gurih dan manis. Kue sagu ini mempunyai berbagai varian rasa sperti sagu keju, sagu cokelat kacang, dan sagu cokelat oreo yang lebih kekinian. 

4. Kue Putri Salju

Kue kering ini diberi nama kue putri salju karena tampilannya yang dilapisi oleh taburan gula halus yang membuat kue seperti dilanda badai salju. Kue mooncake putri salju memiliki bentuk seperti bulan sabit. Tekstur kudapan lebaran ini lebih padat, dan saat dinikmati memiliki rasa yang memikat karena campuran taburan gula diatasnya. 

5. Kue Kacang Tanah

Kue kering yang memiliki rasa manis dan gurih ini juga sering ditemui pada hari raya idul fitri. Kue kacang tanah berbentuk bulat. Bahan utama dari kue ini adalah kacang tanah yang dipanggang menggunaan oven sampai mengering, kemudian bahan diolah menjadi cemilan enak di harai raya

Baca Juga : Yuk Pilih Kue Kering Terbaik Disini

Share:

Leave a Reply