Anngrek Dendrobium
Anggrek Dendrobium

Mengenal anggrek, sebagian besar orang tahu bahwa anggrek adalah jenis tanaman yang hidup bergantung pada tanaman inangnya atau epifit. Beda halnya dengan anggrek dendrobium, anggrek ini adalah anggek yang dapat hidup pada inangnya, dapat hidup pada berbagai jenis litoral, dan dapat hidup pada daerah bebatuan berlumut. Dari hal ini, dapat disimpulkan bahwa anggrek dendrobium adalah jenis anggrek yang paling mudah untuk dipelihara. Bagi para pemula pencinta anggrek, jenis dendrobium adalah anggrek yang paling direkomendasikan untuk ditanam.

Di Indonesia sendiri dendrobium banyak menghasilkam hibdrida yang menakjubkan. Hasil hibrida-hibdrida ini lebih banyak dijual dan terkenal di pasar internasional. Di pasar nasional anggrek dendrobium hasil hibrida masih belum banyak dikomersilkan bahkan belum seterkenal pasar internasional.

7 cara menanam dan merawat anggrek dendrobium

Anggrek Dendrobium
Anggrek Dendrobium
  1. Yang harus disiapkan pertama kali adalah bibit anggrek dendrobium. Bibit dengan kualitas terbaik dapat dibeli di banyak tempat.
  2. Untuk media tanam, siapkan arang dan pakis. Sebagai wadah, kita dapat menggunakan pot kecil biasa yang sudah terdapat lubang-lubang di bagian bawahnya.
  3. Sebelum memulai memindahkan bibit anggrek dendrobium, arang sebagai media tanam harus direndam terlebih dahulu di dalam air. 1 liter air dicampur dengan 1 sendok makan vitamin B1 untuk merendam arang selama 15 menit. Setelah 15 menit, pindahkan arang ke pot dan isi bagian atas dengan pakis cacah.
  4. Pindahkan bibit anggrek ke dalam media tanam. Tindih bagian yang tertanam dengan sedikit arang kembali. Siram-siram sedikit bibit anggrek dengan air sisa vitamin B1 tadi.
  5. Letakan tanaman ini pada posisi yang terbaik. Anggrek dendrobium tidak suka cahaya matahari yang terlalu banyak. Intensitas yang terbaik adalah 50%.
  6. Setidaknya seminggu 2-3 kali anggrek dendrobium harus disiram dengan vitamin b1. Selain itu, selama seminggu sekali diberikan anti-jamur.
  7. Untuk memperbanyak tanaman anggrek. Caranya cukup mudah. Anggrek dendrobium yang sudah dewasa biasanya memiliki daun yang rimbun. Untuk menggandakannya, potonglah batang anggrek tersebut dari akarnya. Tanam kembali batang tersebut pada media tanam yg lain. Dan akar anggrek diberi olesan dari campuran fungisida dan kayu manis.

Cara membuat anggrek dendrobium berbunga lebat

Jika kita berada di dataran rendah saat menanam bunga anggrek dendrobium, makanya intensitas cahaya matahari yang diperlukan cukup mahatari pagi. Pada siang hari jangan biarkan tanaman ini terkena sinar matahari langsung. Gunakan paranet pada siang hari untuk membatasi cahaya matahari yang terkena anggrek ini. Namun berbeda cara jika menanamnya pada daerah dataran tinggi. Dikarenakan intensitas cahaya matahari yang sedikit, maka sebaiknya meletakan anggrek dendrobium ditempat terbuka agar kebutuhan akan sinar matahari dapat terpenuhi secara maksimal. Risiko yang didapat ketika meletakannya pada ruang terbuka adalah hujan yang bisa datang kapan aja secara tiba-tiba dengan intensitas lebat. Untuk mengantisipasi hal ini, gunakan plastik UV untuk melindungi anggrek. Dengan intensitas cahaya yang terbaik yang tercukupi, proses foto sintesis akan berjalan sempurna.

Anggrek Dendrobium
Anggrek Dendrobium

Posisi anggrek dendrobium diletakkan bukan hanya menentukan cahaya matahari. Anggrek juga memerlukan udara yang cukup banyak. Udara dapat membawa berbagai kebutuhan anggrek. Untuk memastikan kebutuhan udara sudah tercukupi, kita dapat melihatnya dari seberapa besar gerakan anggrek saat terkenal angin. Semakin terlihat pergerakannya artinya semakin bagus intensitas udara yang didapatkan oleh anggrek dendrobium.

Kembali pada lokasi anggrek dendeobium ditanam. Jika daerahnya memiliki kelembaban yang rendah atau suhu sekitar rendah seperti pada dataran rendah, maka menyiramnya harus dilakukan setiap hari. Penyiraman harus dilakukan 2 kali sehari. Namun pada daerah dataran tinggi, karena suhu atau kelembaban udara cukup tinggi, penyiraman harus dilakukan hanya 2 hari sekali. Jangan biarkan tanaman ini kekurangan air. Hal itu akan merusak batangnya dan membuatnya tidak berbunga lebat. Batang dendrobium yang sehat adalah yang besar, gendut, dan hijau segar.

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi pertumbuhan bunga anggrek dendrobium adalah pemupukan. Pupuk untuk tanaman ini dapat menggunakan pupuk alami yang mudah didapatkan seperti cangkang telur, kulit udang, kulit pisang, kotoran hewan, hingga air bekas mencuci beras. Pupuk kimia juga diperbolehkan untuk diberikan oada anggrek dendrobium. Hasil paling optimal dari pemupukkan adalah pemberian pupuk dengan dosis paling sedikit dalam waktu yang sering. Pemberian pupuk yang jarang atau tidak teratur tidak akan membuat bunga ini tumbuh dengan baik.

Pupuk yang paling tepat digunakan untuk membuat tanaman ini berbunga lebat adalah pupik slow release. Pupuk ini tidak perlu diberikan setiap hari atau terlalu sering. Pupuk slow-release hanya perlu diberikan sekali untuk enam bulan. Untuk tanaman muda yang baru ditanam dan baru akan tumbuh, pupuk slow release yang tepat adalah dekastar plus dengan kandungan NPK sebanding yaitu 13-13-13. Sedangkan untuk tanaman yang sudah berbunga atau sudah siap berbunga, untuk menumbuhkan bunga yang melimpah dapat menggunakan pupuk slow release dekastar oscomote. Pada pupuk ini kandungan NPK tidak sebanding yakni N sebanyak 6, P sebanyak 13, dan K sebanyak 25. Dosis pupuk untuk bunga dendrobium hanya sebanyak setengah sendok makan. Pupuk ini disebarkan pada media tanam.

Perbedaan bunga anggrek dendrobium dengan bunga anggrek bulan

Anggrek Dendrobium
Anggrek Dendrobium

Kedua bunga anggrek ini memiliki kemiripan saat dilihat. Namun perbedaan keduanya juga cukup signifikan. Perbedaan anggrek dendrobium dengan anggrek bulan terdapat di beberapa bagian tanamannya. Bagian pertama yang berbeda adalah daunnya. Daun pada anggrek dendrobium lebih lebar daripada anggrek bulan. Pada bagian bunga, kelopak dendrobium lebih cerah dan tebal dibandingkan dengan anggrek bulan. Bunga pada anggrek bulan memiliki bulu-bulu halus di bagian tengah bunga, sedangkan hal ini tidak ada pada bunga anggrek dendrobium.  Perbedaan paling signifikan adalah pada bagian batang tanaman. Batang bunga anggrek dendrobium lebih keras, gemuk, dan kuat dibandingkan dengan batang bunga anggrek bulan yang cenderung lebih kecil dan tidak sekuat dendrobium.

Anggrek bulan hanya tumbuh pada batang saja sedangkan anggrek dendrobium tumbuh bercabang-cabang dengan spik. Ukuran kedua tanaman ini juga berbeda jauh. Tanaman anggrek bulan sangatlah pendek dan kecil. Sedangkan tanaman anggrek dendrobium tumbuh merambat sangat panjang terlebih ketika kesuburan tanaman tinggi. Anggrek dendrobium memanglah tanaman yang mudah untuk dirawat dan dibudidaya. Namun anggrek bulan adalah yang paling mudah tumbuh dan beradaptasi dengan situasi apapun. Penanaman dan perawatan bunga anggrek dendrobium butuh perhatian lebih terutama pada bagian menentukan posisi pencahayaan. Lain dari anggrek bulan, Ia akan beradaptasi dengan kondisi di mana pun Ia berada. Sistem perakaran kedua bunga anggrek ini juga sangat berbeda. Bunga anggrek bulan akarnya akan terus menempel pada pohon inangnya. Sedangkan sistem perakaran anggrek dendrobium sangat banyak dan dapat tumbuh pada media tanam saja.

Share:

Leave a Reply