Asoka, Bunga Tanpa Kesedihan

Asoka
Asoka

Bunga asoka yang memiliki nama latin ixora coccinea etc adalah salah satu jenis tanaman yang merupakan anggota dari suku Rubiaceae. Bunga asoka juga dikenal sebagai hutan geranium, Flame of the wood atau api dari hutan atau hutan api atau pendkuli. Hal ini berkaitan dengan warna bunga yang mencolok dan terlihat hangat.

Bunga asoka pertama kali ditemukan di dataran India Selatan, Bangladesh dan Sri Lanka. Bunga asoka ditemukan di berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia. Bunga asoka menjadi bunga nasional dari Negara Suriname. Asoka menjadi salah satu tanaman hias populer di negara Florida Selatan.

Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di lingkungan yang beriklim tropis maupun subtropics, di seluruh belahan negara di dunia, dengan pusat keragamannya berada di wilayah Asia Tropis.

 

Ciri – Ciri Bunga Asoka

Asoka termasuk kedalam jenis tanaman semak tropis yang memiliki banyak cabang dan berdaun lebat, pada umumnya tanaman asoka memiliki tinggi mencapai 1,2 sampai 1,8 meter atau 4 sampai 6 kaki. Tumbuhan ini bisa tumbuh hingga 12 kaki atau 3,7 meter. Bunga asoka memiliki daun kasar yang mempunyai panjang mulai dari 3 sampai 6 inci.

Bunga asoka tumbuh diatas akar yang tergolong kedalam jenis akar tunggang yang menjalar ke bawah dan mempunyai warna coklat. Jenis akar ini mampu menopang pohon asoka yang tinggi.

Asoka
Asoka

Asoka memiliki bentuk bunga yang unik dengan beragam warna yang menarik. Sebelum mekar, bunga asoka mempunyai bentuk seperti jarum. Kelopak bunga asoka berjumlah empat lembar dalam satu tangkai, ketika mekar maka kelopak tersebut akan terbuka dengan sempurna sehingga memperlihatkan benang sarinya. Bunga asoka memiliki ciri khas tersindiri jika dibandingkan dengan jenis bunga lainnya.

Sebagian besar bunga asoka memiliki warna merah, terutama asoka yang hidup di Indonesia. Tidak hanya bewarna merah, juga terdapat bunga asoka yang bewarna jingga dan kuning.

Satu tangkai bunga asoka terdiri dari puluhan bahkan ratusan bunga- bunga kecil yang jika waktu mekarnya datang akan membuat ukuran bunga secara keseluruhan menjadi besar. Asoka akan berbunga menjelang musim hujan, selain itu bunga asoka mengeluarkan aroma wangi pada malam hari terutama pada bulan April sampai Mei. Bunga asoka termasuk kepada tumbuhan yang mampu bertahan lama, yaitu selama tiga sampai empat bulan.

Perawatan bunga asoka tidak terlalu rumit, tumbuhan ini pada umumnya hanya memerlukan pemupukan tiga bulan sekali, sehingga tanaman ini bisa dirawat oleh siapapun.

 

Makna dari Bunga Asoka

Asoka
Asoka

Selain tampilan yang cantik karena keunikannya, bunga asoka juga menyimpan makna yang mendalam. Kata “Asoka” berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua penggalan suku kata yaitu a dan soka, dimana a berarti tanpa dan soka berarti sedih, sehingga memiliki makna mendalam yaitu bebas atau terlepas dari kesedihan.

Bunga asoka juga memiliki ikatan religious dengan agama Buddha, dimana dalam ajaran agama Buddha terdapat kepercayaan bahwa tokoh yang menjadi penyebar agama Buddha lahir di bawah pohon asoka. Selain itu, seorang raja yang merupakan penguasa kekasiaran Mauryya Gupta pada tahun 273 sampai 232 SM adalah seorang penganut ajaran agama Buddha yang juga dikenal sebagai Raja Asoka.

Bunga asoka dianggap sebagai salah satu tanaman yang suci di negara India. Hal ini dikarenakan penganut agama Buddha dan Hindu percaya bahwa tanaman asoka memiliki hubungan dengan Yakhsi. Yakhsi sendiri dikenal sebagai makhluk mitologi dalam kepercayaan agama Buddha dan Hindu.

Pada masa India Kuno, bunga asoka tidak bisa ditanam secara sembarangan oleh masyarakat umum, hal ini karena anggapan bahwa tanaman soka merupakan tumbuhan suci, sehingga hanya bisa ditemukan di area sekitar kerajaan.

Makna religiulitas dari bunga asoka juga terlihat dari penggunaan tanaman ini dalam kegiatan persembahyangan. Pada umumnya, bunga asoka berwarna putih dipergunakan untuk memberikan penghormatan kepada Dewa Isvara. Bunga asoka merah digunakan dalam upacara persembahyangan untuk menghormati Dewa Brahma, sedangkan bunga asoka kuning merupakan bungan dalam upacara penghormatan kepada Dewa Raditya.

Selain digunakan dalam upacara penghormatan, bunga ini juga menyimpan makna sebagai bunga dengan harapan untuk mencapai kedamaian jiwa, terhindar dari kesedihan dan derita, yang akan menciptakan kebahagiaan dalam setiap hati manusia.

 

Manfaat Bunga Asoka

Asoka
Asoka

Tanaman bunga asoka seringkali dijadikan sebagai tanaman hias oleh masyarakat, selain itu tanaman ini juga memiliki beberapa manfaat yang jarang diketahui oleh si pemilik tanaman, diantaranya yaitu:

1. Sebagai Antioksidan

Bunga asoka memiliki kandungan flavonoid yang termasuk kedalam antioksidan alami. Penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, menunjukkan jika kita mengkonsumsi air rebusan bunga asoka secara teratur dinilai mampu untuk mencegah beberapa jenis kanker. Contohnya kanker kandung kemih.

Bunga asoka yang sudah dipetik, kemudian direbus dengan menambahkan dua gelas air, proses perebusan dilakukan sampai air rebusan tersisa satu gelas, kemudian kamu bisa meminumnya dalam kondisi masih hangat.

2. Mengatasi Menstruasi yang Tidak Teratur

Campuran bunga asoka, bunga mawar, dan daging tanaman lidah buaya menjadi resep tradisional yang bisa kamu buat jika mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Caranya adalah ketiga bahan tersebut kamu rebus menggunakan empat gelas air. Proses perebusan dilakukan sampai air tersisa dua gelas, kemudian disaring dan dikonsumsi dalam keadaan dingin.

3. Obat Luka dan Memar

Bunga asoka juga menjadi salah satu bahan dalam pengobatan tradisional untuk luka memar akibat tersandung atau jatuh. Bunga asoka direbus bersamaan dengan bunga mawar dan umbi daun dewa sampai mendidih, kemudian air rebusan disaring dan dicampur dengan sedikit madu untuk menambahkan sensasi rasa manis. Ramuan tradisional ini bisa kamu minum sebanyak dua kali sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ramuan ini mampu mempercepat penyembuhan luka memar.

4. Obat Kaki yang Kram

Bunga asoka yang direbus bersamaan dengan daun sembung menjadi ramuan tradisional selanjutnya yang dinilai bisa menyembuhkan kram pada otot kaki. Ramuan ini tidak dianjurkan untuk diminum secara rutin dan hanya diminum jika kaki benar – benar dalam keadaan kram.

5. Obat Disentri

Bunga asoka mampu mengobati penyakit disentri karena kandungan tannin yang dimilikinya. Caranya adalah kamu bisa membuat ramuan dari rebusan bunga asoka. Bunga asoka yang sudah ditumbuk hingga halus direbus menggunakan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas, kemudian disaring dan diamkan sesaat hingga dingin. Ramuan ini bisa kamu konsumsi sebanyak dua kali sehari agar disentri bisa sembuh dengan cepat.

6. Mencerahkan Kulit

Bunga asoka juga memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Kandungan antioksidan yang dimiliki oleh bunga asoka dipercaya mampu memperbaiki warna kulit secara alami. Hal ini dikarenakan rebusan bunga asoka dinilai bisa membuang racun – racun yang bersarang didalam tubuh. Khasiat bunga asoka bisa didapatkan jika kamu mengkonsumsi ramuan asoka secara teratur.

Leave a Reply