Kunci Perawatan Bunga Krisan Agar Tumbuh Lebat

Bunga Krisan
Bunga Krisan

Bunga Krisan mempunyai daya tarik yang tinggi. Tidak salah jika sejak lama Krisan menjadi primadona. Apalagi bagi kalangan pecinta tanaman hias. Bunga yang memiliki bentuk indah ini seringkali dijadikan sebagai salah satu tanaman favorit. Agar tanaman krisan tersebut tumbuh lebat diperlukan perawatan yang tepat. 

Krisan juga sering dikenal dengan nama lain yaitu Seruni. Menariknya lagi Krisan adalah salah satu tanaman yang cocok ditanam sebagai hiasan di pekarangan rumah. Bahkan lebih dari itu Krisan juga cocok dijadikan sebagai bunga petik. Krisan sendiri masuk ke dalam golongan tumbuhan genus Chrysanthemum.

Pada dasarnya tumbuhan Krisan dibudidayakan dengan berbagai jenis. Varietasnya dikenal luas di Indonesia. Namun tanpa disadari tampilan bunga Krisan dipengaruhi oleh perawatannya. Jika perawatannya tepat maka bunga akan tumbuh lebat. Dengan demikian kelopaknya juga akan merekah. Bagaimana merawat Krisan agar tumbuh makin lebat? Ini kuncinya.

 

Perhatikan Bagian Media Tanam 

Bunga Krisan
Bunga Krisan

Perawatan pertama agar Krisan Anda menjadi lebat yaitu dengan memperhatikan media tanamnya. Ya, untuk menanam tanaman pada umumnya harus didukung dengan media yang tepat. Terdapat beberapa media tanam yang biasanya dimanfaatkan. Mulai dari pot hingga lahan kebun yang luas. Namun, masing-masing media tanam tersebut berbeda.

Artinya Krisan yang ditanam pada lahan kebun berbeda penanganannya dengan media tanam pot. Bunga Krisan yang ditanam pada media pot pun jenisnya berbeda. Untuk jenis Krisan yang ditanam pada pot sebaiknya jenis mini. Apabila yang ditanam merupakan Krisan besar biasanya sulit tumbuh lebat pada pot. 

Bahkan biasanya usianya lebih pendek dengan jenis Krisan lainnya. Jika menanam Krisan dengan melibatkan media tanam pot sebaiknya gunakan tanah gembur. Pembagian media tanam harus tepat. Misalnya terbagi ke dalam beberapa bagian seperti tanah gambut, sekam dan serat kelapa. Perbandingan media tanam tersebut yaitu 1:4:1. 

 

Menentukan Lokasi Peletakan Pot 

Selanjutnya adalah masalah penentuan lokasi pot. Hal ini penting jika Anda ingin mendapatkan bunga Krisan yang lebat. Lebih-lebih jika memilih media tanam di pot. Peletakan pot bisa menjadi titik awal kesuksesan Anda dapat merawat Krisan. Sebaliknya salah meletakkan pot justru membuat tanaman kurang tumbuh maksimal. 

Lantas dimanakah peletakan pot yang tepat untuk tanaman Krisan? Pot sebaiknya diletakkan pada area yang memiliki penyinaran penuh. Kriteria ideal durasi pencahayaan untuk Krisan yaitu 3 sampai 4 jam lamanya. Krisan juga menjadi salah satu bunga yang kurang cocok dengan pencahayaan berlebihan. 

Krisan yang mendapat pencahayaan berlebihan justru akan cepat layu. Sehingga bunga tersebut sebaiknya tidak ditanam pada area yang panas. Menanam Krisan yang baik sebaiknya memperhatikan lokasi teduh. Alternatifnya Anda dapat menggunakan atap paranet. Hal ini bertujuan agar Krisan terlindungi saat hujan deras dan terik matahari.

 

Menggunakan Teknik Pelebatan Krisan 

Bunga Krisan
Bunga Krisan

Bunga Krisan yang tumbuh lebat bisa didapat dengan teknik khusus. Misalnya menggunakan teknik tertentu seperti disbudding dan pinching. Keduanya ideal untuk perawatan Krisan. Teknik Pinching dilakukan agar merangsang tumbuhnya bunga. Biasanya ini dilakukan supaya bunganya tumbuh lebih cepat ketimbang daunnya. Caranya pun cukup mudah dipraktekkan. 

Teknik Pinching dapat dilakukan dengan memotong kuncup Krisan. Namun tentu saja kuncup yang dipilih merupakan area baru tanaman. Artinya kuncup yang baru tumbuh saja yang dipotong. Tangkai pada awal penanaman juga perlu dibuang. Pemotongan bagian kuncup dan tangkai sebaiknya dilakukan dengan peralatan gunting tanaman.

Sementara itu teknik disbudding dilakukan pada waktu tertentu. Misalnya hanya pada musim kemarau saja. Artinya teknik tersebut dikerjakan hanya satu kali pada akhir pekan. Tujuan disbudding sendiri yaitu untuk membuang bagian bunga yang tidak diinginkan. Teknik ini cocok dilakukan agar Anda mendapatkan bentuk sempurna bunga. 

 

Merawat Krisan dari Serangan Gulma 

Bunga Krisan perlu mendapat perawatan khususnya dari serangan gulma. Hama tanaman menjadi tantangan sendiri bagi Anda yang ingin mendapatkan bunga lebat. Sekalipun Anda telah memilih media tanam pot. Tetap saja gulma dan hama bisa menyerang tanaman Krisan tersebut. Jika gulma tidak dibasmi akan menghambat pertumbuhannya.

Nutrisi yang seharusnya diserap oleh Krisan justru terhambat oleh gulma. Bila seperti ini penyiangan harus dilakukan segera mungkin. Gulma yang mulai terlihat tumbuh pada tanaman Krisan di pot dibasmi dengan cara manual. Tungau merah dan ulat tanah juga perlu dibasmi dari tanaman Krisan agar bunganya tumbuh lebat. 

Pembersihannya dengan cara mengambil gulma dan hama tersebut. Kumpulkan hama tanaman tersebut barulah kemudian bakar agar mati. Sementara hama layaknya tungau merah sebaiknya disemprotkan menggunakan insektisida. Dosisnya pun perlu diperhatikan sehingga tidak berlebihan. Pasalnya dosis insektisida yang berlebih membuat pertumbuhan Krisan terganggu. 

Nah, pada intinya kunci perawatan Krisan agar tumbuh lebat adalah telaten. Setiap perawatan harus dilakukan dengan sabar. Bahkan fase perawatannya harus bertahap. Sehingga menghasilkan Krisan yang lebat. Bunga Krisan yang mendapat perawatan akan tumbuh lebat, terlihat segar dan memiliki kelopak berjumlah banyak. 

Leave a Reply