Cara Putus Baik Baik dan Dewasa
Cara Putus Baik Baik dan Dewasa

Hampir semua kisah dongeng dengan cerita jalinan hubungan romantis di dalamnya selalu berakhir bahagia dan memiliki kehidupan yang happily ever after. Namun pada kenyataannya kisah cinta di dunia nyata tidak seindah story line di dongeng putri dan pangeran. Pasangan yang terlibat dalam jalinan asmara selalu berusaha agar cerita mereka berjalan indah dan berakhir dengan ending yang sudah dibayangkan sebelumnya. Walaupun kedua belah pihak berupaya agar hubungan tetap bertahan dan mencapai kebahagiaan yang didambakan, tidak bisa dipungkiri hal tersebut bukanlah perkara mudah.

Kenapa kita harus putus darinya?

Penyatuan dua pandangan, dua pikiran, dua selera, dua keinginan bukanlah hal yang bisa berjalan dengan mulus. Terdapat perdebatan yang membumbui perjalanan kisah kasih sepasang sejoli. Mereka yang mampu melewati badai tersebut akan menemui akhir yang diimpikan, namun bagi mereka yang memilih menyerah dan mengalah dengan keadaan, maka kata “akhir” atau “putus” adalah kesimpulan yang dirasa terbaik untuk keduanya.

Perkara ditinggalkan atau meninggalkan atau memutuskan bersama bukan sesuatu yang gampang dan mudah untuk dijalankan. Terutama untuk pasangan kekasih yang sudah menjalin cinta dalam rentang waktu yang lama, kenangan disepanjang hubungan, impian dan harapan yang sudah dibicarakan menjadi penghalang untuk mengakhirkan hubungan.

Berjalan dalam hubungan yang dipaksakan juga bukan hal yang baik untuk diteruskan. Ketidakcocokan yang terlihat di awal bisa diartikan red flag dan akan berdampak buruk jika terus dipaksakan. Tidak jarang “putus” menjadi kesimpulan terbaik dalam sebuah hubungan.

Mengakhiri hubungan dengan cara yang baik dan terlihat dewasa adalah perkara yang sulit untuk dipecahkan. Keterlibatan hati di dalam hubungan membuat keputusan “the end” sangat sukar untuk diutarakan. Berikut beberapa tips yang bisa Kamu terapkan jika merasa hubungan yang terjalin saat ini tidak lagi cocok untuk diteruskan.

Cara Putus yang Baik dan Dewasa

Terdapat sebuah pernyataan yang menjelaskan jika “tidak ada perpisahan yang berakhir tanpa menyakitkan, walaupun dilakukan dengan cara yang baik sekalipun”. Tentu saja pernyataan seperti ini tidak bisa dibantah 100%.

Sepasang kekasih yang sudah berkomitmen menjalin hubungan lebih dari pertemanan memiliki cerita manis selama menjalin hubungan. Tidak hanya suka, terkadang duka menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan dan harus dihadapi bersama. Berbagi rasa dan momen berharga membuat perpisahan adalah momok menakutkan dan sangat sulit untuk dihadapi.

Rasa yang sudah ada sedari awal menjalin kasih dipaksa untuk dihilangkan, karena cerita cinta harus berakhir. Namun perpisahan bukanlah sesuatu hal yang buruk, jika Kita berfikir secara logis dan melihat realita yang ada selama menjalin hubungan secara objektif, mungkin Kita bisa sama-sama setuju, jika perpisahan menjadi hal yang baik ketika jalinan kasih sudah menjadi “toxic” terhadap mereka yang menjalin hubungan.

1. Menyampaikan keinginan perpisahan secara langsung

Jangan Putus Melalui Telepon
Jangan Putus Melalui Telepon

Pilihan cara yang baik dan juga dewasa ketika menyampaikan keinginan perpisahan adalah hal yang tepat untuk dilakukan, agar tidak ada dendam yang tersisa ketika jalinan kasih sudah diakhiri. Cara pertama yang bisa Kamu pilih adalah sampaikan keinginan Kamu kepada pasangan secara langsung, bukan melalui sosial media ataupun lewat perantara orang lain.

Penyampaian keinginan berpisah secara langsung menunjukkan sikap Kamu yang dewasa. Sama seperti ketika pertama kali meminta pasangan menjalin sebuah komitmen secara langsung, Kamu juga harus menjelaskan keinginan Kamu dengan kata-kata yang baik secara langsung kepada pasangan.

Permintaan putus melalui sosial media membuat pasanganmu merasa tidak dihargai. Kamu bisa meminta pasangan bertemu di tempat yang nyaman untuk dijadikan lokasi pembicaraan. Selama pembicaraan berlangsung Kamu harus mendengarkan pendapat dari pasangan terhadap keinginan Kamu untuk mengakhiri hubungan.

Baca Juga : Cara Melupakan Masa Lalu

2. Ungkapkan alasan Kamu ingin mengakhiri hubungan tersebut

Jelaskan Alasan Putus Darinya
Jelaskan Alasan Putus Darinya

Kejelasan adalah hal yang diharapkan oleh semua pasangan ketika menjalin sebuah hubungan. Tindakan dan keputusan yang dilakukan tanpa alasan yang jelas akan menimbulkan tanda tanya yang besar bagi salah satu pihak.

Perpisahan menjadi keputusan besar dalam sebuah hubungan, jika Kamu mengakhiri hubungan tanpa alasan yang jelas dan bisa dimengerti, maka akan membuat pasangan Kamu sulit menerima hal tersebut. Pertanyaan ini akan terus berputar dan menjadi beban bagi pasangan, karena harus menerka-nerka alasan dari tindakan yang Kamu lakukan.

Utarakan secara jelas alasan mengapa Kamu menginginkan hubungan tersebut berakhir. Satu hal yang perlu Kamu ingat adalah penjelasan tersebut dilakukan dengan kata-kata baik dan tidak menyudutkan pihak lainnya.

Kamu harus menyampaikan alasan secara jujur dan tidak menutupi hal-hal yang seharusnya dibuka kepada pasangan. Ketika Kamu sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan dari awal, maka Kamu harus tegas terhadap keputusan tersebut. Jangan sampai pembelaan atau alasan subjektif lainnya membuat Kamu mengurungkan niat yang sudah ada.

Mungkin hal ini terlihat memaksa Kamu untuk putus atau mengakhiri hubungan dengan pasangan. Tetapi, keputusan yang diambil ketika kondisi emosi tidak stabil karena pembicaraan bukanlah hal yang bijak. Dari awal pertemuan Kamu sudah memutuskan untuk mengakhiri hubungan, dan keputusan tersebut sudah dipikirkan dan dipertimbangkan dalam waktu yang lama dengan alasan yang logis. Jika Kamu memutuskan untuk mengubah keputusan, hanya karena perasaan kasihan atau hanya karena pasangan, maka terdapat kemungkinan hal ini akan terus berulang dan Kamu merasa tidak nyaman menjalin hubungan kembali dengan pasangan.

Kamu harus menjelaskan kepada pasangan alasan tersebut, sampai pasangan Kamu memahami dengan baik, kenapa perpisahan adalah keputusan terbaik dalam cerita cinta Kamu dan pasangan saat ini.

3. Bertanggung Jawab Terhadap Keputusan yang Diambil

Jalinan kasih bisa berakhir karena berbagai faktor. Kesalahan tidak hanya berada pada satu pihak tetapi bermuara dari dua pihak yang terlibat didalam hubungan. Jika Kamu sudah memilih untuk berpisah, maka Kamu harus bertanggung jawab penuh untuk setiap dampak dari keputusan tersebut.

Pada awal perpisahan mungkin Kamu akan merasa jika keputusan yang sudah Kamu ambil adalah hal yang salah. Ketidakhadiran pasangan dalam hidup seperti sebelumnya akan memaksa Kamu untuk bisa menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru. Tantangan terberat ketika berpisah adalah ketika Kamu merasakan kerinduan akan kehadiran pasangan. Flashback momen manis dan istimewa bersama pasangan, mungkin akan membuat Kamu merasa ingin kembali menjalin hubungan bersama pasangan.

Namun pemikiran untuk kembali harus Kamu singkirkan, jika Kamu hanya menginginkan kehadiran pasangan. Faktor penyebab retak dan berakhirnya hubungan tidak bisa diperbaiki dalam waktu singkat. Kamu harus tegas dan tidak plin plan. Masa-masa galau setelah perpisahan akan berakhir setelah Kamu berdamai dengan situasi yang ada.

4. Siapkan hadiah manis sebagai kenangan akhir yang baik

Berikan Buket Bunga Perpisahan
Berikan Buket Bunga Perpisahan

Menciptakan momen yang baik bersama pasangan harus dilakukan tidak terkecuali pada hari perpisahan. Kamu harus tetap memperlakukan pasangan dengan baik. Kamu bisa membawa hadiah perpisahan untuk pasangan, ada bunga yang melambangkan kesedihan

Jika sebelumnya Kamu memberikan pasangan buket bunga mawar merah sebagai lambang cinta dan kasih sayang. Ketika meminta perpisahan, Kamu bisa menghadiahkan pasangan buket bunga mawar kuning yang melambangkan pertemanan. Buket ini seperti menyampaikan pesan jika Kamu berkeinginan untuk tetap menjalin pertemanan dengan pasangan.

Contoh Buket Bunga Kuning FlowerAdvisor
Contoh Buket Bunga Kuning FlowerAdvisor

Jika bingung memilih buket bunga yang cocok, Kamu bisa melihat penawaran buket bunga di FlowerAdvisor. Dimana, Floweradvisor menyediakan paket rangkaian bunga untuk permintaan maaf. Salah satunya Kamu bisa memilih My Pretty Sunshine. Buket ini terdiri dari rangkaian bunga mawar peach, baby roses putih, bunga tulip orange dan rangkaian bunga lainnya. Buket cantik ini menyampaikan permintaan maaf yang tulus dari Kamu karena harus memilih perpisahan dan menunjukkan jika keputusan tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk Kamu jalani.

Share:

Leave a Reply