Tanaman Seribu Manfaat: Lidah Buaya

Lidah Buaya
Lidah Buaya

Keunikan Lidah Buaya

Sebagai orang yang tinggal di Indonesia rasanya mustahil untuk tidak mengetahui tanaman seribu manfaat yang bisa kita jumpai di daerah dengan berbagai ketinggian. Lidah buaya, sedari kita kecil tanaman ini paling sering kita jumpai bahkan hingga menggunakannya. Dikarenakan kemudahannya untuk ditemui di berbagai tempat.

Nama ilmiah dari tanaman lidah buaya ini adalah Aloe vera. Lidah buaya termasuk dalam jenis tumbuhan sukulen sehingga tidak heran jika tekstur terluar dari lidah buaya terasa keras dan tajam. Lidah buaya dapat bertahan beberapa tahun sehingga dapat disebut tanaman menahun atau perennial plants.

Bentuk lidah buaya sendiri adalah daun tebal setinggi 20 – 40cm yang meruncing ada ujungnya, pada sisi kanan kirinya dipenuhi oleh duri. Isi dari daun lidah buaya adalah limpahan cairan kental berbarna transparan atau bening seperti air mineral dan juga daging lidah buaya yang berwarna sama. Cairan tersebut biasa disebut sebagai gel lidah buaya atau gel Aloe vera. Gel lidah buaya tersebut, mengandung beberapa vitamin seperti vitamin A, E, dan C. Selain vitamin, lidah buaya juga memiliki mineral, enzim, asam lemak, gula, dan antrakuinon.

Walaupun mudah dijumpai di Indonesia, lidah buaya bukanlah tanaman asli dari Indonesia. Tanaman ini berasal dari benua Afrika sejak ribuan tahun lalu. Beberapa sumber sejarah mengatakan, lidah buaya sudah dimanfaatkan oleh bangsa Mesir Kuno sejak tahun 1500 SM. Selain pada peradaban Mesir Kuno, lidah buaya juga sudah digunakan dan diidentifikasikan manfaatnya untuk pengobatan sejak peradaban Yunani.

 

Budidaya Dan Perawatan Lidah Buaya

Lidah Buaya
Lidah Buaya

Untuk menanam dan membudidayakan lidah buaya sebetulnya bukanlah hal yang sulit. Lidah buaya adalah tanaman yang berasal dari daerah beriklim gurun, oleh sebab itu lidah buaya tentunya tidak memerlukan kelembaban khusus seperti kebanyakan tanaman. Di bawah ini adalah cara yang bermanfaat untuk menanam dan merawat lidah buaya.

  1. Media tanam harus disiapkan terlebih dahulu. Gunakanlah pot dengan ukuran sedang sebagai wadahnya. Pada laisan bawah pot, perlu adanya benda yang dapat menahan tanah dan menyaring air. Untuk itu, gunakan sabut kelapa pada lapisan paling awal atau lapisan terbawah media tanam. Pada lapisan selanjutnya, dapat diisi oleh tanah yang dicampur dengan sekam hingga pot terisi penuh. Pastikan pot padat dan berpermukaan rata agar tidak ada genangan air yang tersisa saat disiram. Perbandingan tanah dan sekam harus 1:1.
  2. Menyiapkan anakan bibit lidah buaya. Bibit lidah buaya batangnya perlu dibersihan dan dipotong bagian pangkalnya hingga pertengahan. Selain dengan cara ini, ada pula metode laon yang menggunakan daun lidah buaya yang dipotong bagian pangkalnya dan ada pula yang menggunakan bagian tengah lidah buaya setinggi 5cm atau kurang lebih setinggi satu jari yang dipotong meruncing atasnya. Kedua cara lain tersebut sama-sama tidak memanfaatkan batang.
  3. Dari bibit-bibit tersebut, yang perlu dilakukan hanya menancapkannya pada media tanam yang telah disediakan.

Tidak heran jika lidah buaya amat mudah ditemukan di mana pun, sebab cara menanamnya juga yang amat mudah. Namun, cara menanam yang baik saja belum cukup untuk membuat lidah buaya tumbuh dengan baik. Diperlukan cara merawat yang baik dan berikut adalah caranya.

  1. Lidah buaya harus selalu terkena sinar matahari. Lidah buaya tidak suka tempat yang lembab, maka Ia suka ditempatkan di luar ruangan agar dapat bertemu langsung dengan sinar matahari terutama pada musim kemarau.
  2. Lidah buaya mempunyai banyak cadangan air,namun bukan berarti kita tidak perlu lagi menyiramnya. Pentiraman tanaman lidah buaya tetap perlu dilakukan dengan intensitas yang tidak sering. Siramlah lidah buaya seminggu sekali pada musim kemarau. Pada musim penghujan penyiraman perlu dikurangi intensitasnya.
  3. Pada masa pertumbuhan lidah buaya, diperlukan juga pemupukan yang teratur. pemupukan pada lidah buaya harus selalu dilakukan bersamaan dengan penyiraman.
  4. Jika dirasa tanaman lidah buaya sudah lebih besar, segera lakukan pemindahan ke pot yang lebih besar.

Jenis Lidah Buaya Yang Dapat Dikonsumsi

Lidah Buaya
Lidah Buaya

Lidah buaya memang terkenal dengan manfaat dari gel yang dihasilkannya, namun ternyata tidak semua jenis lidah buaya atau Aloe vera dapat dikonsumsi. Beberapa jenis memang bermanfaat tetapi tidak selalu baik untuk dikonsumsi. Aloe vera yang dapat dikonsumsi adalah jenis Aloe vera barbadensis. Ciri dari jenis ini adalah yang berdaun tebal dan lebar, berdaging tebal, warnanya hijau yang sedikit ada keabu-abuannya, dan bunga dari Aloe vera yang dapat dikonsumsi berwarna kuning. Selain itu terdapat perbedaan antaran daun muda dengan yang sudah tua dan besar. Daun muda kecil yang baru tumbuh memiliki bintik-bintik putih yang mencolok, sementara daun yang sudah tumbuh besar tidak ada.

Lidah buaya yang tidak dapat dikonsumsi meripakan jenis Aloe vera chinensis. Cari dari Aloe vera tersebut adalah berwarna hujau yang sedikit kebiruan, bentuknya datar tipis tidak setebal jenis barbadensis, bintik pada daun menetap saat daun tumbuh besar, bunga dari jenis ini berwarna oranye, serta jarak antar daun yang sangat berdempetan.

 

Barbagai Manfaat Lidah Buaya

Lidah Buaya
Lidah Buaya

1. Pelembab badan dan wajah

Manfaat gel Aloe vera untuk wajah dan badan sudah tidak perlu lagi diragukan. Beberapa tahun terakhir ini banyak brand kecantikan yang mulai mengeluarkan produk baik dengan kandungan lidah budaya maupun berbentuk gel lidah buaya dengan kandungan hingga hampir 100%. Vitamin yang terdapat pada Aloe vera serta antioksidan dapat menutrisis kulit dan badan dengan baik, sehingga kulit mendapat kelembaban yang cukup. Manfaat lidah buaya untuk wajah tidak semata berhenti pada kulit wajah tetapi juga pada area bibir.

2. Penyubur rambut

Menjaga kesehatan rambut menjadi slah satuhal yang bisa dilakukan oleh lidah buaya ini. Lidah buaya mengandung asam amino, mineral, dan zink yang sangat bermanfaat untuk menyuburkan rambut. Perbaikan keadaan rambut yang rusak akibat styling juga bisa dilakukan dengan ekstrak lidah buaya. Aloe vera bahkan juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan ketombe dan mengobati iristasi pada kulit kepala. Manfaat-manfaat tersebut bisa didapat dari produk dengan kandungan gel Aloe vera atau secara alami mengaplikasikan lidah buaya pada rambut dan kepala.

3. Pencahar

Selain bagian luar tubuh, lidah buaya juga dapat mengatasi masalah pada bagian dalam tubuh. Aloe vera memiliki sifat pencahar, hal ini merupakan kabar baik untuk mereka yang merasa sulit BAB atau sedang menjalani program diet. Aloe vera akan menambahkan bakteri baik pada usus sehingga kotoran yang ada pada usus menjadi lebih mudah untuk dikeluarkan. Untuk mengkonsumsi jus lidah buaya sebagai obat mencahar, ada baiknya membuat sendiri jus tersebut agar terhindar dari jus yang mengatasnamakan Aloe vera dan dapat mengatur konsumsi gula.

4. Obat maag

Lidah buaya yang dapat dikonsumsi akan sangat bermanfaat bagi penderita sakit maag atau asam lambung. Dikarenakan lidah buaya dapat mengurangi tingkat produksi asam lambung pada lambung, sehingga penyakit maag tidak cepat kambuh bahkan dapat diembuhkan. Manfaat lidah buaya bagi lambung juga tidak berhenti di situ, lambung dengan penyakit maag yang parah biasanya mengalami luka. Luka pada lambung ini dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi jus lidah buaya. Jadi mengkonsumsi jus lidah buaya tidak hanya akan mengobati maag pada lambung, tetapi juga dapat mengobati luka di lambung akibat maag

5. Antiinflamasi

Inflamasi merupakan gejala yang sering muncul pada tubuh ketika mengalami masalah dari dalam. Lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang adapat mencegah inflamasi atau anti-inflamasi. Pada kandungan lidah buaya terdapat vitamin C, B1, B2, dan B6, selain vitamin ada juga enzim karboxypeptidase dan bradykinase, asam amino, asam folat, dan mineral. Senyawa-senyawa tersebut merupakan zat yang amat sangat bermanfaat jika digunakan sebagai anti-inflamsi

Leave a Reply