Pepaya
Pepaya

Pepaya, buah ini tak akan menyusahakan jika seketika keinginan untuk menyantapnya muncul di waktu yang tidak terduga. Pepaya hadir sepanjang tahun di Indonesia. Selain pisang, pohon pepaya adalah salah satu tanaman yang biasanya kita jumpai pada kebun milik beberapa orang. Pastinya hal ini tidak lain disebabkan oleh kemudahannya untuk ditanam dan manfaatnya yang cukup banyak dalam satu tanaman. Selain buahnya, jika kita memutuskan menanam pohon pepaya di kebun atau halaman rumah, beberapa hal juga bisa dikonsumsi dari pohon ini mulai dari biji hingga daunnya.

Bunga pepaya

Kreatifitas masyarakat Indonesia dalam berinovasi pada makanan tidak perlu diragukan. Beberapa bunga dapat diolah menjadi masakan yang lezat dan bergizi oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah bunga pepaya. Di Indonesia sendiri bunga pepaya biasa disebut dengan kembang kates.

Aslinya kembang kates memiliki rasa yang pahit. Namun dengan olahan tangan ibu-ibu Indonesia rasa pahit ini bukan lagi tidak bisa dinikmati. Kembang kates biasanya diolah menjadi tumis sebagai lauk makan. Rasa pahit dalam bunga pepaya ini juga dapat dikurangi. Cara untuk mengurangi rasa pahit ini adalah dengan merebusnya selama 10 menit dengan campuran air garam. Setelah direbus dengan air garam, kembang kates harus dicuci sebentar menggunakan air bersih mengalir.

Kembang kates yang sudah direbus dengan air dan garam artinya sudah siap dimasak. Banyak orang membuatnya menjadi tumis yang lezat. Untuk menemani bunga pepaya ini dalam tumisan, biasanya ibu-ibu Indonesia menambahkan ebi atau ikan teri medan. Setelah merasakan campuran kedua bahan utama tersebut, dijamin satu porsi akan terasa kurang.

Didapat dan dimasak dengan cara yang mudah, bukan berarti bunga pepaya tidak punya manfaat. Bunga pepaya memiliki beberapa manfaat setelah dikonsumsi. Bunga pepaya dipercaya dapat murunkan gula darah, meningkatkan metabolisme, menurunkan berat badan, serta mencegah stroke. Jadi sangat sulit ditemukan alasan untuk tidak mengkonsumsi bunga pepaya.

Daun pepaya

Daun Pepaya
Daun Pepaya

Sama dengan bunga pepaya, daun pepaya juga memiliki rasa yang pahit. Walaupun begitu, tetap banyak masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi daun pepaya dengan nikmat. Daun pepaya yang biasanya dikonsumsi adalah daun pepaya Jepang. Daun pepaya dapat dibuat menjadi sayur.

Untuk menjadikan daun pepaya sayur, hal yang harus dilakukan sama seperti mengolah bunga pepaya. Daun pepaya harus direbus beberapa menit dengan air dan garam. Setelah daun matang, cuci dengan air bersih mengalir. Setelah seperti ini, daun pepaya dapat dimasak dengan campuran kuah santan dan bumbu kuning. Untuk menambah protein di dalamnya, ibu-ibu kreatif di Indonesia tidak jarang menambahkan telur rebus. Selain telur rebus, ikan teri yang sudah digoreng terlebih dahulu juga biasanya menemani daun pepaya didalam sayur agar rasanya lebih nikmat dan tidak terlalu menonjol pahitnya. Bukan hanya dijadikan sayur, daun pepaya yang telah direbus dengan air dan garam lalu dicuci bersih juga dapat langsung disantap sebagai lalapan. Sudah pasti teman sejati lalapan adalah sambal. Sambal yang digunakan juga beragam, mulai dari sambal tomat, sambal terasi, sambal bawang, hingga sambal rujak.

Buah pepaya

Pepaya
Pepaya

Sudah pasti, inti dari tanaman pepaya adalah buahnya. Buah pepaya dapat ditemukan di berbagai musim. Pepaya bukanlah jenis buah yang hanya bisa ditemukan di musim tertentu. Orang yang mengalami gangguan pencernaan atau masalah kesulitan dalam buang air besar biasanya disarankan mengkonsumsi pepaya. Hal ini disebabkan oleh kandungan serat yang dimiliki pepaya sangat memlimpah, sehingga aktifitas di usus manusia dapat berjalan lancar.

Pepaya tidak hanya baik untuk pencernaan. Pepaya juga baik untuk mengurangi stres. Kandungan vitamin C yang ada dalam pepaya dapat membantu tubuh manusia memproduksi hormon stres tetap rendah dan meningkatkan sistem imun. Selain mengurangi stres, masih banyak sekali manfaat yang didapat dalam mengkonsumsi pepaya.

Kandungan zeaktansin dan lutein dalam pepaya dapat membantu menjaga kesehatan mata. Kesehatan kulit juga salah satu hal yang dapat dijaga secara alami dengan mengkonsumsi pepaya. Vitamin C dan lycopene di dalam buah pepaya dapat membantu kulit mengurangi kemerahan akibat sinar matahari, mengurangi kerutan, mengencangkan kulit, dan mengurangi penuaan dini. Selain beberapa hal yang telah disebutkan, masih banyak lagi manfaat yang didapat dengan mengkonsumsi buah pepaya.

Tidak hanya dimakan langsung, beberapa orang menjadikan buah pepaya matang sebagai salah satu kondimen dalam es buah segar sebagai teman dari nanas dan bengkuang. Sedankan pepaya muda atau mentah dapat diolah menjadi berbagai masakan. Pepaya muda dapat ditumis biasa hingga disayur untuk dimakan bersama lontong.

Batang pepaya

Masakan dengan bahan utama batang pepaya sebenarnya masih jarang diketahui orang. Namun masakan ini bukan berarti tidak lezat dan bergizi. Batang pepaya juga dapat dimasak dengan cara tumis sama seperti bunga pepaya. Masih sama dengan bagian lain selain buah, batang pepaya juga merupakan salah satu bagian yang pahit. Dalam memasaknya tentu memerlukan sedikit trik agar tetap lezat dan nikmat.

Pohon Pepaya
Pohon Pepaya

Sebelum dimasak, batang pepaya muda harus diiris. Lalu batang pepaya muda yang sudah diiris diremat-rematkan dengan garam beberapa sendok. Metode ini digunakan untuk membuat rasa pahit pada batang pepaya muda tidak terlalu menonjol. Untuk menemani batang pepaya dalam tumisan, tambahkan jagung atau bisa juga menambahkan irisan putren.

Selain diolah menjadi tumisan, batang pepaya juga banyak dibuat menjadi keripik dan manisan. Dengan begitu batang pepaya dapat disantap sebagai cemilan yang menyehatkan. Batang pepaya memiliki bayak protein sehingga ibu hamil dapat mengkonsumsinya dengan aman. Kandungan protein yang ada dalam batang pepaya dapat membantu menyehatkan janin dan menjaga kondisi jantung. Batang pepaya memiliki sedikit sekali kolesterol, sehingga tidak perlu khawatir akan serangan jantung, stroke, dan diabetes saat mengkonsumsi batang pepaya.

Akar pepaya

Akar pepaya biasanya tidak langsung dikonsumsi seperti buahnya atau bagian lain. Akar pepaya banyak diolah menjadi obat-obatan. Manfaat dari akar pepaya sendiri adalah dapat mengobati penyakit cacingan, menurunkan kolesterol jahat, mengobati penyakit ginjal, hingga mengatasi masalah pada kandung kemih.

Dengan mengolahnya menjadi obat yang dijual, bukan berarti kita tidak dapat mengolahnya sendiri untuk obat. Akar pepaya dapat membantu meredakan atau mengobati penyakit reumatik. Bukan sebagai obat untuk diminum, melainkan obat oles. Cara membuat obat oles untuk reumatik dengan akar pepaya adalah sebagai berikut. Pertama kita harus menumbuk akar pepaya hingga halus. Setelah itu akar pepaya yang halus dicampurkan dengan irisan cabai rawit, jeruk nipis, daun ketapang cina, dan daun sambiloto. Setelah mencampurnya, rendamlah dengan alkohol 75% selama seminggu. Saat reumatik kambuh, oleskanlah cairan ini pada bagian yang terasa reumatik sambil diurut lembut. Sebelum menggunakan cairan ini, jangan lupa untuk menyaringnya terlebih dahulu.

Share:

Leave a Reply