Pisang Cavendish
Pisang Cavendish

Menurut Wikipedia pisang Cavendish menjadi salah satu jenis buah tropis yang sangat populer di dunia. Di Indonesia, jenis pisang ini sering kali dikenal dengan sebuat pisang ambon putih. Tanaman pisang Cavendish sebagian besar dikemanbang biakan dengan menggunakan metode kultur jaringan. Budidaya pisang Cavendish dengan teknik ini akan menghasilkan bibit pisang yang lebih unggul, jika dibandingkan dengan bibit yang dihasilkan dari anakan. Hal ini dikarenakan bibit hasil kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas Solanacearum dan layu panam akibat Fusarium Oxysporum Cubense.

Pisang Cavendish pertama kali dikembangkan oleh William Cavandish yang merupakan seorang bangsawan terkemuka di Inggris dan menjabat sebagai Duke of Devonshire ke -6. William Cavandish memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia tanaman dan pertanian, hal ini diperlihatkan dengan keterlitabatannya dalam pengelolaan perkebunan yang luas. Beliau juga pernah menjabat sebagai Presiden pada sebuah organisasi terkait botani selama tahun 1838 sampai 1858.

Pada tahun 1834, William Cavendish menerima pengiriman pisang dari Muritius. Kemudian, beliau tertarik untuk mengembangkannya. Proses pengembangan pisang ini dilakukan bersama temannya yang bernama Joseph Paxton. Usaha pengembangan yang dilakukannya mencapai kesuksesannya. Kemudian pisang ini dilanjutkan perkembangannya dan sebagai penghormatan atasa jasa dari William Cavendish, maka nama Cavendish disematkan pada kultivar pisang ini. Seiring dengan berjalannya waktu dan setelah keberahasilan pengembangannya di Inggris, kemudian pisang ini dikembangkan di Samoa dan Canary Island, Spanyol dengan bantuan John William.

Karakteristik Tanaman Pisang Cavendish

Pisang Cavendish
Pisang Cavendish

Pohon pisang Cavendish rata – rata memiliki tinggi batang sekitar 2.5 sampai 3 meter yang memiliki warna hijau kehitaman. Daun pisang Cavendish bewarna hijau tua. Panjang tandan dari tumbuhan ini adalah sekitar 60 sampai 100 cm dengan berat antara 15 sampai 30 kilogram. Setidap tandan memiliki 8 sampai 13 sisiran dan setiap sisirannya terdiri dari 12 sampai 22 buah pisang. Daging buah pisang bewarna putih kekuningan dengan rasa yang manis namun agak asam, serta memiliki tekstur yang lunak. Pisang cavandish memiliki kulit buah yang agak tebal bewarna hijau kekuningan sampai kuning muda halus.

Pertumbuan tanaman pisang cavandish sangat ditentukan oleh faktor suhu lingkungan. Suhu optimum untuk pertumbuhan dan perkembangan pisang cavandish adalah sekitar 27 derajat celcius dengan suhu maksimum lingkungan adalah 38 derajat celcius. Tanaman ini bisa hidup dengan baik di wilayah beriklim tropis dan subtropis. Pisang cavandish tidak bisa hidup dengan baik di daerah dataran tinggi. Sebagian besar pisang tumbuh baik di lahan terbuka, akan tetapi kelebihan pada penyinaran akan menyebabkan tumbuhan menjadi terbakar matahari.

Tanaman ini sangat sensitive terhadap angin kencang yang akan menyebabkan daun pisang cavandish menjadi rusak dan robek, distorsi tajuk dan merobohkan pohonnya. Curah hujan yang baik untuk pertumbuhan pisang cavandish adalah berkisar antara 200 sampai 220 mm dengan kelembapah tanahnya tidak kurang dari 60 sampai 70 persen dari kapasitas lapangan. Jenis tanah yang paling baik sebagai media tanam pisang cavandish adalah tanah liat yang dalam dan gembur serta yang memiliki pengeringan dan aerasi yang baik. Tanaman ini toleran terhadap pH tanah antara 4.5 sampai 7.5.

Alasan Ketertarikan Masyarakat terhadap Pisang Cavendish

Pisang Cavendish
Pisang Cavendish

Kepopuleran pisang Cavendish mengalami peningkatan dikarenakan dianggap tahan terhadap serangan dari Panama Disease yang disebabkan oleh serangan jamur Fusarium Oxysporum f.sp. cubense. Penyakit tersebut dinilai berbahaya. Sampai saat ini, pisang Cavendish masih menjadi favorit dunia. Total hampir 47 persen produksi pisang dunia berasal dari kultivar Cavendish. Beberapa jenis Cavendish yang dikembangkan adalah Dwarf Cavendish, Grande Naine, Lacatan (Bungulan), Poyo, Valery dan Williams.

Salah satu jenis merek pisang Cavendish yang disukai oleh masyarakat Indonesia adalah pisang Cavendish Sunpride. Pisang ini sering kali dikira oleh masyarakat Indonesia sebagai salah satu buah impor. Hal ini dikarenakan karakter kulit tebal, bersih, dan bewarna kuning cerah yang dimiliki pisang Cavendish sunpride memiliki kemiripan dengan karakteristik dari pisang impor.

Faktanya, pisang Cavendish sunpride merupakan produk asli dari Nusantara. Tumbuhan ini ditanam di perkebunan dengan luas lahan lebih dari 3500 hektar yang dimiliki oleh Gunung Sewu Kencana Group yang berlokasi di Lampung, Sumatera Selatan. Perkebunan ini mampu menghasilkan pisang berkualitas tinggi yang bisa menembus pasar ekspor. Hal ini dikarenakan proses penanaman yang dilakukan di lokasi tersebut sudah menerapkan standar internasional sehingga menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

Kuliatas yang dimiliki buah pisang Cavendish sunpride juga berasal dari perlakuan istimewa yang diterimanya mulai dari sejak pembibitan yang memanfaatkan metode kultur jaringan sampai pada perlakuan pasca penen yang dijalankan secara teliti dan seksama. Keunggulan yang dimiliki bibit pisang hasil kultur jaringan adalah terbebas darri penyakit seperti layu moko dan layu panama.

Untuk mempertahankan kualitas pisang cavandish sunpride, dilakukan pengujian untuk memastikan tidak adanya residu pestisida, logam berat dan formalin yang berbahaya jika dokunsumsi oleh konsumen. Pengujian dilakukan secara konsisten setiap enam bulan sekali.

Manfaat yang akan di dapatkan ketika mengkonsumsi Pisang Cavendish

Pisang Cavendish
Pisang Cavendish

Pisang Cavendish tidak hanya memiliki rasa yang lezat akan tetapi juga mempunyai khasiat yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Buah ini memiliki kandungan gizi seperti riboflavin, mangan, vitamin A, vitamin B6, niacin, serat, protein, vitamin C, besi, kalium, folat, dan magnesium. Berbagai kandungan yang bisa didapatkan dengan mengkonsumsi buah pisang cavendihs, manjadi alasan buah ini mampu memberikan dampak positif pada kesehatan orang – orang yang mengkonsumsinya. Beberapa manfaat yang akan kamu dapatkan dengan mengkonsumsi pisang Cavendish yaitu:

1. Menjaga Kesehatan Ginjal

Kandungan potassium dan magnesium yang dimilki buah pisang, serta mineral dinilai mampu menghambat pembentukan batu ginjal didalam tubuh. Satu buah pisang mengandung hampi 10 persen dari total konsumsi mineral harian tubuah yang kita butuhkan. Mengkonsumsi buah pisang Cavendish akan mengurangi risiko penyakit batu ginjal.

2. Mencegah Alergi dan Kekambuhan Serangan Asma

Studi yang dilakukan oleh penelitian Inggris dari Imperial College Of London pada tahun 2011 menyimpulkan bahwa anak – anak yang mengkonsumsi satu buah pisang Cavendish setiap hari akan menurunkan kemungkinan terjadinya kekambuhan asma. Kandungan serat yang tinggi pada buah pisang yang menjadi alasan kenapa pisang mampu menurunkan potensi terjadinya serangan asma.

3. Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Mata

Kandungan vitamin A yang terdapat didalam buah pisang memiliki peran untuk melindungi membrane mata dan memberikan penerangan pada kornea. Mengkonsumsi buah pisang secara rutin setiap harinya akan mengurangi risiko terjadinya penyakit mata dan serangan katarak.

4. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Buah pisang dianugarahi dengan kandungan porassium didalamnya sebesar 422 mg, kandungan ini dinilai mampu menjaga tekanan darah dalam tubuh.

5. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi

Kandungan potassium yang tinggi pada buah pisang bermanfaat untuk mencegah hilangnya kalsium dari tulang. Hal ini berguna untuk mencegah osteoporosis pada manula selain itu juga membantu memutihkan gigi karena kandungan magnesium pada buah pisang.

Share:

Leave a Reply