Ramadhan Kini Masih Beda

Ramadan Kareem
Ramadan Kareem

Pandemi COVID- 19 yang melanda hampir diseluruh negara di dunia memaksa kita untuk bisa belajar dan hidup berdampingan dengan virus corona. Pada awal kemunculannya membuat seluruh masyarakat di dunia panik dan berusaha menemukan metode terbaik agar bisa bertahan di situasi yang tidak biasanya. Kasus COVID- 19 diyakini pertama kali muncul dari negara tirai bambu, kemudian virus ini menyebar secara massive dan berakhir dengan kasusnya bisa ditemui dihampir seluruh belahan dunia.

Pandemi sudah berlangsung sudah lebih dari dua tahun lamanya. Waktu yang sudah lama berlalu tidak membuat kita bisa terbebas dari COVID- 19. Gaya hidup baru atau new normal  sudah dijalankan oleh masyarakat di dunia. Penggunaan masker sebagai pelindung pertama bagi diri saat berada di luar ruangan, bukan lagi menjadi hal luar biasa saat ini. Masyarakat diwajibkan memakai masker kemanapun dan kapanpun saat berada di luar ruangan. Penetapan aturan oleh pemerintah yang membatasi pertemuan dan perkumpulan orang – orang juga dilakukan untuk menghindari terjadinya penularan virus corona. Menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan adalah hal wajib dilakukan.

Adaptasi gaya hidup baru mempengaruhi setiap sendi kehidupan dan kegiatan masyarakat. Hal biasa yang sebelumnya bisa dilakukan dengan mudah, sekarang terbatasi oleh adanya kondisi baru ini. Masyarakat harus berhati – hati dan menjalankan setiap aturan yang sudah ditetapkan agar kondisi ini bisa cepat berlalu dan kita bisa kembali ke kehidupan lama.

Perubahan tidak hanya terjadi pada gaya hidup masyarakat dalam kehidupan sehari – hari. Berbagai budaya dan tradisi yang biasanya dijalankan oleh masyarakat, harus dilakukan secara berbeda sejak pandemi melanda. Salah satunya bulan ramadhan yang selama ini dinanti oleh umat muslim diseluruh dunia juga harus dijalankan dengan cara yang berbeda.

Ramadan Kareem
Ramadan Kareem

Ibadah utama yang dijalankan oleh umat islam selama bulan ramadhan adalah puasa. Ibadah puasa dilakukan dengan menahan diri untuk tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari. Ibada puasa dimulai dari setelah adzan subuh dan menahan sampai adzan magrib berkumandang. Puasa tidak hanya sebatas menahan rasa lapar dan haus, tetapi juga harus menahan emosi, amarah dan melaksanakan setiap ibadah yang akan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menahan diri untuk tidak makan dan minum selama bulan ramadhan tidak menjadikan imunitas diri menjadi lemah apalagi ditengah pandemi. Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Periode 2015- 2020 Asrorun Ni’am Sholeh menjelaskan bahwa puasa dinilai menjadi benteng dari paparan COVID – 19. Hal ini dikarenakan puasa dinilai akan meningkatkan kesehatan bagi yang melaksanakannya. Puasa ramadhan yang diimbangi dengan konsumsi makanan seimbang, menu makanan yang sehat serta gaya hidup yang sehat akan menjadikan puasa ramadhan instrumen yang tepat untuk meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi kemungkinan terpapar COVID- 19.

Beberapa kegiatan yang biasanya selalu dijalankan oleh umat islam selama bulan ramadhan adalah pelaksanaan sholat tarawih berjamaah di masjid atau musholla. Acara buka bersama dan sahur on the road yang menjadi ajang berkumpul dan mempererat tali silaturrahmi antar sesama umat islam. Kegiatan yang bertujuan untuk meramaikan masjid dan mushola melalui tadarus Al – Quran dan iktikaf. Serta berbagai tradisi yang dijalankan untuk menyambut kedatangan Nuzulul Qur’an. Puncaknya adalah perayaan hari raya idul fitri yang menjadi pertanda pencapaian kemenangan bagi umat islam, setelah 1 bulan lamanya menjalankan ibadah puasa. Kegiatan ini tidak bisa terlaksana pada awal kemunculan pandemi, yaitu pada tahun 2019 dan 2020.

Ramadan Kareem
Ramadan Kareem

Pada tahun 2020 terdapat berbagai batasan yang harus diikuti masyarakat muslim dalam menjalankan tradisinya selama bulan ramadhan. Pemerintah sudah memberikan panduan dalam pelaksanaan ibadah ramadhan dan idul fitri tahun 1431 H di tengah kondisi pandemi seperti ini melalui Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Umat muslim tidak diperbolehkan melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid atau mushola dengan tujuan menghindari kerumunan dan mengurangi penularan virus corona. Umat islam bisa melaksanakan sholat tarawih secara individual atau berjamaah di rumah.

Kegiatan berbuka bermsama dan sahur on the road yang biasanya di lakukan umat islam selama bulan ramadhan juga tidak lagi bisa dilaksanakan. Pemerintah menghimbau agar kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah dan hanya bersama keluarga.

Selain mengatur tentang pelaksanaan sholat tarawih dan kegiatan berbuka dan sahur, surat edaran ini juga membahas tentang pelaksanaan tadarus Al- Quran, peringatan Nuzulul Quran dan iktikaf. Kegiatan iktikaf dan tadarusa Al- Quran juga hanya bisa dilaksanakan di rumah. Tradisi untuk memperingati Nuzulul Quran yang biasanya dilaksanakan dengan tabligh serta dihadiri penceramah yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar, untuk tahun 2020 tidak lagi bisa dilaksanakan.

Kegiatan takbiran keliling dan pesantren kilat yang menjadi agenda wajib selama bulan ramadahan, pada tahun 2020 diharapkan pelaksanaannya hanya dilakukan secara virtual. Hari kemenangan umat islam setelah 1 bulan puasa yaitu Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan pelaksanaan sholat idul fitri di masjid atau tanah lapang, yang melibatkan massa dalam jumlah yang banyak, untuk tahun 2020 tidak bisa dilaksanakan. Agenda wajib lainnya setelah sholat idul fitri adalah bersilaturrahmi dengan sanak saudara juga tidak lagi bisa dijalankan, pemerintah menyarankan agar kegiatan tersebut hanya dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan media elektronik.

Ramadan Kareem
Ramadan Kareem

Namun, ramadhan 2021 ini lebih terasa istimewa jika dibandingkan pada awal penetapan kondisi pandemi. Kini umat islam bisa melaksanakan beberapa tradisi yang biasa dilakukan pada saat bulan ramadhan. Umat islam kini diizinkan untuk sholat tarawih berjamaah di masjid, tadarus Al- Quran dan Iktikaf, buka bersama di luar rumah, sahur on the road dan kegiatan lainnya, walaupun semuanya dilaksanakan dengan gaya hidup baru.

Panduan pelaksanaan kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan didasarkan pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 03 Tahun 2021. Sahur dan buka puasa disarankan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan di rumah masing – masing bersama keluarga inti. Kegiatan buka puasa bersama bisa dilaksanakan dengan mematuhi aturan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Di tahun yang baru ini, umat islam di Indonesia sudah diberikan kesempatan untuk menjalankan sholat tarawih berjamaah di masjid atau musholla. Namun pelaksanaannya sangat berbeda jika dibandingkan dengan pelaksanaan sebelum kita hidup berdampingan dengan corona. Shaf sholat yang seharusnya berdekatan tidak lagi bisa diiwujudkan dalam pelaksanaan sholat tarawih berjamaah. Setiap sholat yang dilaksanakan secara berjamaah diatur dengan jarak tertentu, jumlah umat islam yang bisa melaksanakan sholat di suatu masjid atau mushola juga harus dibatasi. Total umat islam yang bisa menghadiri sholat jamaah hanyalah 50 persen dari total kapasitas masjid dan mushola. Sebelum pelaksanaan kegiatan di masjid dan mushola, pengurus masjid dan mushola harus memastikan protokol kesehatan tetap terlaksana, serta menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk dan disenfektan secara teratur.

Pelaksanaan shalat idul fitri 1 syawal 1442 H bisa dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, kecuali jika pertumbuhan kasus COVID- 19 semakin meningkat.

Recommended Products

    Leave a Reply