Virus Corona
Virus Corona

Virus Corona Disease yang muncul pada awal tahun 2019 menjadi isu kesehatan yang banyak dibicarakan oleh masyarakat luas. Permasalahan ini mendapatkan perhatian semua kalangan di berbagai negara. Virus ini menyerang sistem pernafasan manusia yang menganggu sistem kekebalan tubuh manusia.Gejala infeksi virus yang dirasakan oleh seseorang berbeda antara satu sama lain, bahkan ada seseorang yang terjangkit virus COVID-19 tetapi tidak menunjukkan gejala apapun. Masyarakat ini terhitung sebagai Orang Tanpa Gejala.

Virus corona yang menyerang tubuh manusia menimbulkan reaski yang berbeda tergantung kepada kekebalan tubuh seseorang dan penyakit bawaan yang didderitanya. Virus corona bisa menimbulkan gangguan ringan pada sistem pernafasan orang yang terinfeksi, sampai infeksi paru – paru berat. Bahkan tidak jarang, orang yang terinfeksi virus ini mengalami kematian. Biasanya orang yang memiliki gangguan penyakit bawaan akan mengalami gejala virus corona yang lebih berat jika dibandingkan dengan penderita covid-19 tanpa penyakit bawaan.

Virus ini menjangkit semua kalangan, mulai dari balita, anak – anak, remaja, tua sampai lansia. Tidak ada jaminan yang membuat seseorang bisa terbebas dari infeksi virus ini. Sebagian besar kasus yang terjadi, virus corona menyebabkan infeksi ringan pada saluran pernafasan orang yang terjangkit. Gejalanya mirip dengan penyakit flu pada umumnya. Namun, virus ini lebih berbahaya dibandingkan flu, karena bisa menimbulkan infeksi berat contohnya infeksi paru – paru atau pneumonia.

Gejala awal dari infeksi virus corona ini seperti gejala flu, seperti demam, batuk kering, sakit tenggorokan dan disertai dengan sakit kepala. Setelah itu, gejala penyakit ini bisa saja hilang ataupun menjadi tambah berat. Penderita covid-19 juga bisa mengalami gejala lanjutan seperti demam tinggi, batuk berdahak, seska napas serta nyeri pada bagian dada. Gejala ini muncul sebagai pertanda tubuh melawan serangan virus.

Meskipun jarang ditemui, tetapi juga teradpat gejala laninnya yang dialami tubuh ketika terserang virus covid-19. Seperti diare, sakit kepala, hilangnya kemampuan mengecap rasa, hilangnya kemampuan untuk mencium bau serta munculnya ruam – ruam pada kulit. Virus ini tidak langsung bereaksi di waktu pertama memasuki tubuh, biasanya gejala muncul mulai dari dua hari sampai dua minggu setelah penderita terpapar virus corona.

Jika Kamu menunjukkan gejala – gejala seperti di atas, Kamu harus melakukan tes PCR atau rapid test untuk memastikan Kamu terjangkit virus corona atau hanya mengalami gejala flu biasa. Test PCR dilakukan oleh petugas kesehatan, Kamu bisa menghubungi tenaga kesehatan disekitar Kamu untuk melakukan tesnya.

Hand Sanitizer dan Masker
Hand Sanitizer dan Masker

Kamu bisa melakukan pengobatan jika terkonfirmasi terinfeksi virus corona. Jika Kamu tidak menunjukkan gejala apapun disaat terinfeksi, Kamu lebih disarankan untuk melakukan isolasi mandiri serta membatasi pertemuan dengan orang – orang sekitar. Hal ini lebih dianjurkan dibandingkan Kamu harus ke Rumah Sakit, dan bertemu pasien yang terinfeks virus. Jika ingin mengunjungi dokter, Kamu sebaiknya membuat reservasi terlebih dahulu, untuk menghindari durasi waktu yang lama Kamu di Rumah Sakit dan menurunkan interaksi Kamu dengan yang lainnya.

Beberapa langkah yang diteapkan untuk meredakan gejala covid-19 yang dirasakan oleh seseorang:

  1. Merujuk mereka yang mengalami gejala berat akibat terinfeksi virus covid-19 ke Rumah Sait terdekat untuk melakukan perawatan dan karantina.
  2. Menyarankan penderita untuk mengkonsumsi obat pereda demam dan pereda nyeri sesuai dengan kondisinya dan berdasarkan pada anjuran dokter yang menanganinya.
  3. Jika mereka yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala sampai gejala ringan, dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri dan membatasi pertemuan dengan orang – orang sekitar.
  4. Selama melakukan isolasi, penderita covid-19 disarankan untuk istirahat yang cukup.
  5. Pasien covid-19 disarankan untuk minum air putih yang cukup dengan tujuan menjaga kada cairan tubuhnya.
Perawat
Perawat

Penyebaran virus ini terkenal massive karena mudah menyebar, proses penyebarannya melalui droplet (dahak) dari saluran pernafasan orang yang terinfeksi corona. Penyebaran semakin cepat ketika kita kontak langsung dengan pasien covid-19 dan berada di ruangan tertutup dengan tingkat sirkulasi udara yang kurang baik. Penyebaran juga bisa terjadi jika kita berinteraksi dengan droplet pasien covid yang menempel pada suatu barang.

Virus ini pertama kali terkofirmasi ditemukan pada daerah Wuhan, China. Penyebarannya yang cepat menyebabkan konfirmasi kasus cocid-19 ditemukan diberbagai negara hanya dalam hitungan bulan. Di Indonesia, kasus covid-19 pertama kali tercatat pada bulan Maret 2019, tercatat sampai saat ini jumlah kasus Covid- 19 terus mengalami peningkatan. Saat sekarang ini Indonesia tengah mengalami second wave covid-19 yang ditandai dengan lonjakan kasus covid-19 yang sangat tinggi, serta ditemukan varian baru covid-19 yang menjangkiti masyarakat.

Vaksin
Vaksin

Upaya penanggulangan penyebaran kasus covid-19 menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat. Sinergi antara kedua unsur ini harus solid agar setiap kebiajakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan isu kesehatan ini bisa berjalan dengan baik. Ketidak sinkronan pendapat antara pemerintah dan masyarakat akan menghambat upaya percepatan pengentasan penyebaran kasus covid-19.

Pemerintah telah melakukan berbagai cara agar masyarakat bisa hidup dengan lebih nyaman walaupun harus hidup berdampingan dengan virus corona. Upaya pertama yang dilakukan oleh pemerintah adalah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi pergerakan masyarakat di luar rumah. Upaya ini dilakukan agar masyarakat mengurangi aktivitasnya di luar rumah sehingga penyebaran virus bisa dibatasi. Selain itu, pemerintah juga menggalakkan gerakan 3 M yaitu Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Memakai Masker. Gerakan ini sebagai bentuk pencegahan diri agar terhindar dari virus corona. Kebijakan terbaru dari pemerintah Indonesia sebagai upaya pemberantasan penyebaran corona dalah penetapan Penyelenggaraan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Upaya ini bisa berjalan dengan baik, jika masyarakat bisa patuh dalam melaksanakan aturan ini. Selain pertumbuhan kasus positif covid-19, tingkat kematian yang salah satunya disebabkan oleh virus corona juga mengalami peningkatan. Karena lonjakan kasus yang tinggi pada second wave corona kali ini menyebabkan terjadinya kelangkaan pada obat – obatan,

Kamu bisa melakukan pencegahan penularan virus corona di masyarakat yaitu:

  1. Menerapkan physical distancing yaitu dengan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, menghindari kerumunan saat di luar rumah.
  2. Menggunakan masker ketika beraktivitas di tempat umum.
  3. Menerapkan protokol kesehatan dengan baik dimanapun dan kapanpun.
  4. Selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan ari mengalir setelah beraktifitas di luar rumah.
  5. Menggunakan hand sanitizer ketika beraktivitas di luar rumah untuk menjaga kebersihan tangan.
  6. Setelah beraktivitas di luar rumah, disarankan untuk tidak menyentuh bagian wajah setelah beraktivitas dari luar rumah.
  7. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Selain itu, juga dianjurkan untuk meminum supplement tambahan seperti vitamin, susu, dan lain sebagainya.
  8. Menjaga jarak dan menghindari kontak fisik dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid -19.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi pandemi ini. Mulai dari diri sendiri adalah langkah yang tepat agar pandemi cepat berlalu.

Share:

Leave a Reply