Kue lapis merupakan salah satu kudapan tradisional Indonesia yang dikenal luas karena tampilannya yang berlapis-lapis dan cita rasanya yang kaya. Dari pasar tradisional hingga meja perayaan keluarga, kue ini hampir selalu hadir dalam berbagai momen spesial. Tak hanya di hari raya nasional, kue lapis legit juga memiliki tempat tersendiri dalam perayaan budaya tertentu, termasuk saat Tahun Baru Imlek, di mana lapisan-lapisannya dimaknai sebagai simbol rezeki dan harapan yang berlipat.
Untuk memahami mengapa kue lapis begitu istimewa, mari kita mulai dari asal-usul dan perkembangannya.
Looking for gifts? Explore our rose collection.
Mengenal Kue Lapis dan Lapis Legit
Secara umum, kue lapis adalah kue tradisional yang dibuat dari adonan sederhana seperti tepung, santan, gula, dan pewarna makanan. Adonan ini dikukus secara bertahap hingga membentuk lapisan demi lapisan yang rapi. Biasanya, kue lapis memiliki dua warna kontras yang membuat tampilannya menarik dan mudah dikenali.
Salah satu jenis kue lapis yang paling terkenal adalah kue lapis legit atau sering disebut juga spekkoek. Berbeda dengan kue lapis kukus, lapis legit dibuat dengan cara dipanggang di dalam oven. Teksturnya lebih padat namun tetap lembut, dengan rasa manis yang kaya dan aroma rempah yang khas.
Find our hampers selection for any occasion.
Keunikan lapis legit inilah yang membuatnya kerap dianggap sebagai kue premium dan sering dihidangkan dalam momen-momen penting.
Sejarah Kue Lapis Legit

Kue lapis legit memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masa kolonial Belanda di Indonesia. Spekkoek diperkenalkan oleh orang Belanda sebagai adaptasi kue lapis Eropa. Namun, seiring waktu, masyarakat Indonesia memodifikasinya dengan menambahkan rempah-rempah lokal seperti kayu manis, cengkih, kapulaga, bunga pala, dan adas manis.
Perpaduan teknik Eropa dan rempah Nusantara inilah yang membentuk karakter khas kue lapis legit seperti yang dikenal saat ini. Nama “lapis legit” sendiri merujuk pada bentuknya yang berlapis-lapis dan rasanya yang manis.
Dalam perkembangannya, kue lapis legit kemudian diadopsi oleh berbagai komunitas budaya di Indonesia. Bagi masyarakat Tionghoa, kue ini menjadi salah satu sajian penting saat perayaan Tahun Baru Imlek. Lapisan-lapisan kue dipercaya melambangkan rezeki yang terus bertambah dan kehidupan yang semakin baik di tahun yang baru.
Proses pembuatan kue lapis legit

Salah satu alasan mengapa kue lapis legit begitu dihargai adalah proses pembuatannya yang tidak sederhana. Kue ini membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan waktu yang cukup panjang.
Bahan utama kue lapis legit terdiri dari mentega atau butter, gula, tepung terigu, dan kuning telur dalam jumlah besar—bahkan bisa mencapai 30 butir atau lebih untuk satu loyang. Adonan dituangkan sedikit demi sedikit ke dalam loyang, lalu dipanggang lapis per lapis hingga mencapai jumlah yang diinginkan, biasanya 18 hingga 24 lapisan.
Setiap lapisan harus dipanggang hingga matang sempurna sebelum adonan berikutnya ditambahkan. Proses ini menghasilkan tekstur kue yang kokoh namun lembut, serta warna cokelat keemasan yang menggoda.
Ketelatenan inilah yang membuat kue lapis sering dimaknai sebagai simbol kesabaran dan proses hidup—sebuah makna yang selaras dengan filosofi perayaan Imlek.
Jenis kue lapis di Indonesia

Seiring berkembangnya tradisi kuliner, kue lapis hadir dalam berbagai variasi di berbagai daerah di Indonesia. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, baik dari segi bahan, tekstur, maupun teknik pembuatannya.
1. Kue Lapis Maksuba
Kue lapis maksuba berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Sekilas mirip dengan kue 8 jam, namun disusun berlapis seperti lapis legit. Teksturnya lembut dan kaya rasa, sering disajikan dalam acara adat dan perayaan keluarga.
2. Kue Lapis Legit Bangka
Lapis legit Bangka dikenal dengan teksturnya yang moist dan lumer di mulut. Hal ini diperoleh dari penggunaan butter berkualitas tinggi. Rasanya kaya dan aromanya kuat, menjadikannya favorit dalam berbagai perayaan besar.
3. Kue Lapis Legit Lampung
Berbeda dari lapis legit lainnya, versi Lampung menggunakan lebih sedikit tepung terigu. Hasilnya, tekstur kue menjadi lebih basah dengan lapisan yang lebih tipis. Dalam satu loyang, kue ini bisa memiliki hingga 24 lapisan. Inovasi terbaru bahkan mengganti tepung terigu dengan tepung kasava untuk meningkatkan nilai lokal.
4. Kue Lapis Legit Gulung
Lapis legit gulung merupakan inovasi modern dari kue lapis tradisional. Adonan yang telah berlapis digulung dan diisi dengan berbagai varian seperti keju, selai stroberi, nanas, atau green tea. Bentuknya unik dan semakin digemari oleh generasi muda.
Keberagaman ini menunjukkan bahwa kue lapis terus berkembang, namun tetap mempertahankan akar tradisinya.
Kue Lapis dalam Tradisi dan Perayaan
Kue lapis tidak hanya dinikmati sebagai camilan, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai perayaan. Di Indonesia, kue ini kerap disajikan saat Lebaran, Natal, pernikahan, ulang tahun, hingga Tahun Baru Imlek.
Khusus dalam perayaan Imlek, kue lapis legit sering dimaknai sebagai simbol keberuntungan dan rezeki berlapis. Semakin banyak lapisan, semakin besar harapan akan kemakmuran di tahun yang baru. Karena itulah, kue ini sering dijadikan sajian wajib atau buah tangan saat berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
Merayakan Tradisi dengan Sentuhan Modern
Seperti halnya kue lapis yang sarat makna, setiap perayaan juga menjadi momen untuk berbagi harapan dan kebahagiaan dengan orang-orang terdekat. Di momen istimewa seperti Tahun Baru Imlek, tradisi kuliner sering berjalan berdampingan dengan tradisi memberi—sebagai simbol perhatian, doa, dan kebersamaan.
Untuk melengkapi momen penuh makna tersebut, rangkaian bunga dan hampers Imlek dari FlowerAdvisor dapat menjadi pilihan yang tepat. Dengan sentuhan modern namun tetap menghormati nilai tradisi, FlowerAdvisor membantu menyampaikan pesan hangat dan harapan baik melalui hadiah yang elegan dan berkesan. Karena pada akhirnya, baik lewat lapisan kue yang manis maupun rangkaian bunga yang indah, esensi perayaan selalu sama: berbagi kebahagiaan dan menjaga tradisi agar terus hidup dari generasi ke generasi.








